Sudah Bosan Mendengar Berita Tentang Covid

Sudah Bosan Mendengar Berita Tentang Covid

 

Covid itu nyata. Bahkan beberapa orang yang kita kenal makin banyak yang kena. Ada juga orang-orang yang percaya adanya covid tapi gak menganggap seberbahaya itu. Ya, setidaknya untukmu sendiri. Tapi ingat di sekitar ada orang tua, orang yang punya komorbid, dan juga anak-anak yang saat ini belum bisa menerima vaksin. Seandainya kalau kamu terpapar dan bisa sehat pun, tanpa sadar bisa menularkan pula kepada mereka. Mereka imunitas tubuhnya gak sekuat kamu yang masih muda. Plis lebih waspada dan empati ke orang lain juga. Logikamu sudah banyak bekerja menyerap teori ini itu, tapi tolong pake hatimu juga ya. Ada jiwa-jiwa di sekitar kita yang harus dijaga juga.

 

Punya istri seorang tenaga kesehatan membuatku tahu sedikit banyak tentang keadaan di rumah sakit. Buat anda-anda yang masih menganggap sakit apapun di rumah sakit pasti dicovidkan, tolong dipahami. Para nakes bekerja berdasarkan pemeriksaan dan bukan asal diagnosa, terlebih mereka juga sudah ada sumpah profesi. Jika anda merasa dicovidkan, berarti memang nyatanya sudah terpapar virus itu. Entah karena usia renta, belum vaksin, maupun ada penyakit yang bikin imun tubuh menurun, yang membuat lebih mudah terpapar virus yang mutasinya sudah gila-gilaan ini. Kalau boleh memilih, para nakes (setidaknya istriku) tentunya memilih untuk kerja seperti biasa meski tanpa ada insentif tambahan, daripada dapat insentif tambahan tapi berkerja semakin berat di bawah bayang-bayang covid.


Semua pengen pandemi lekas usai, pengen bebas ke mana-mana, konser, piknik, makan, bikin acara, dll. Bukan berarti aku 100% mendukung pemerintah. Menurutku ada juga kebijakan pemerintah yang aneh. Misalnya: tempat makan dan belanja tutup lebih awal (padahal siang pun virus juga bisa menyebar, gak cuma malam aja), ruas-ruas jalan ditutup (otomatis pengguna jalan akan cari jalan lain yang justru malah menimbulkan penumpukan kerumunan di jalan alternatif), dsb.


Miris dan ngeri saat melihat di jalanan beberapa orang masih santai gak pake masker, bahkan masih sempat buka masker ngerokok di tempat ramai dan meludah di jalan. Kalau di tempat privat yang gak banyak orang mah terserah kalau mau ngerokok atau meludah, bahkan sampai tenggorokan kering pun monggo.

 

Jangan cuma mengandalkan pemerintah atau menunggu bantuan negara. Ayo lebih waspada dimulai dari diri sendiri. Preferensi pribadi, lebih nyaman ikutin info dari akun resmi faskes atau akun pribadi dokter yang sudah terpercaya daripada akun pemerintah (kebanyakan gak cepet juga updatenya, karena dalam proses penerbitan postingan pasti melalui birokrasi a-z dulu).


Aku sendiri sudah mencoba waspada dan menjaga orang-orang di sekitarku. Kurang-kurangi piknik nongkrong dan pergi-pergi yang gak perlu. Postingan di feed atau story ig-ku kebanyakan juga latepost, yang beneran realtime mungkin cuma 10% dari keseluruhan postinganku. Itupun caption, tag lokasi, dsb biasanya juga ngaco buat seru-seruan. Intinya, tahan dulu keinginan-keinginan yang tidak dibutuhkan, kurangi mobilitas terutama di tempat ramai. Kalaupun terpaksa harus berada di tempat ramai, perkuat proteksi diri, berusaha gak deket-deket sama orang lain, pake masker, sering-sering pake hand sanitizer atau cuci tangan, dsb.


Semoga semua yang sakit lekas dikuatkan dan sembuh. Semoga kita yang sehat selalu dijauhkan dari paparan virus. Semoga yang belum sadar segera disadarkan. Dan semoga pandemi ini lekas usai. Kita semua sudah bosan mendengar berita tentang covid, bukan?