Font-Font yang Sering Kupakai Untuk Ndesain

Font-Font yang Sering Kupakai Untuk Ndesain


 

Sebagai seorang tukang ndesain, tentunya masalah font sering jadi perhatianku. Kebanyakan dari kita pasti menginstall berbagai jenis fonts di komputer ataupun laptop, bahkan sampai kita lupa kalau pernah menginstallnya. Balik lagi yang sering dipakai ya cuma itu-itu aja. Hahaha.

 

Kali ini aku mau share beberapa fonts yang sering aku pakai untuk membuat proyek desain. Sebagian besar aku pakai font dari koleksi Google Fonts. Karena font-font dalam keloksi tersebut sudah dikurasi oleh tim google dan lisensinya "aman" - artinya kita gak usah pusing dengan urusan lisensi, kita sudah bisa pakai font tersebut dengan legal baik untuk keperluan pribadi maupun komersil, dan gratis pula! 

 

Perlu diketahui, file-file yang ada di internet itu tidak semuanya gratis. Masing-masing punya lisensi, boleh dipakai untuk apa, perlu beli lisensi atau tidak, dsb. Meskipun bisa download gratis, tapi pastikan juga baca lisensinya apakah boleh dipakai untuk keperluan komersil atau tidak. Terlebih banyak juga penyedia font (dan foto, gambar, musik, dll) ilegal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sejauh pengalamanku, website yang aman untuk cari font gratis di antaranya Google Fonts, Font Squirrel, dan Adobe Fonts (khusus untuk pengguna software adobe). Untuk web semacam dafont, 1001fonts, dsb perlu di-kroscek ketentuan lisensi masing-masing fontnya sebelum dipakai. Pernah ada kejadian sebuah brand dituntut oleh desainer font karena ketahuan telah memakai font buatannya untuk keperluan komersil tanpa beli lisensi ke desainer font tersebut. Daripada repot di kemudian hari, maka pastiin aset-aset desain yang kita pakai ini aman dan legal.


Maaf deh malah jadi ngelantur ke sana ke mari. Kita mulai daftarnya:

1. Montserrat

Favoritku, paling sering kupakai. Masuk ke kategori sans serif. Bentuknya elegan dan clean. Dimodifikasi juga gampang. Cocok untuk bikin desain yang modern, elegan, dan minimalis. 


2. Raleway

Hampir sama dengan Montserrat, bedanya dia punya positioning vertikal yang berbeda-beda untuk beberapa karakter angka. Ciri khas pembedanya dia punya lengkungan kecil di karakter semacam huruf l, d, u, dan sebagainya.


3. Lato

Jika Montserrat dan Raleway punya sudut-sudut yang runcing, Lato ini lebih soft.


4. Poppins

Akan terlihat sekali ciri khasnya font ini punya basis bentuk sebuah lingkaran. Mengingatkan ke salah satu font bawaan windows, Century Gothic. Pembeda lainnya dengan 3 fonts di atas untuk huruf "a" menggunakan single storey (mirip huruf d namun dipotong atasnya).


5. Comfortaa

Font ini lebih terkesan santai dan friendly, ujung-ujungnya rounded, sudutnya juga soft. Cocok dipakai untuk bikin desain yang fun misal untuk produk anak-anak, makanan manis, pesta lucu, dll


6. Philosopher

Ciri khasnya punya sirip-sirip elegan, bikin kesan mahal dan pinter layaknya seorang filsuf, sesuai namanya. Cocok untuk brand yang berhubungan dengan kosmetik, produk herbal, literasi, dsb. 


7. Teko

Bentuk dasar mengkotak dan narrow, menampakkan kesan high tech. Cocok untuk tema-tema futuristik. 


8. Libre Baskerville 

Font dari kategori serif, cocok untuk yang butuh tampilan klasik dan rapi. 


9. Milonga 

Mungkin ini masuknya display font, cocok untuk desain-desain retro/vintage. 


10. Cinzel

Font serif yang lain, biasanya dikombinasikan dengan Cinzel Decorative, untuk karakter-karakter tertentu ada bentuk dan positioning yang lebih artistik dan menarik seperti pada huruf A, L, R, dan sebagainya. Cocok untuk bikin desain dengan tema semacam fairy tale, nikahan, kecantikan, dsb.


Mungkin itu dulu untuk saat ini. Keterangan yang aku tulis berdasarkan pengalaman pribadi dan mungkin bisa saja ada istilah atau pengertian yang belum benar, maklum belajarnya otodidak, tanpa guru dengan teori yang pasti. Hehe. Kemungkinan daftar ini akan diupdate di kemudian hari sesuai dengan font-font yang sering kupakai, kali aja seleranya berubah. Semoga artikel ini bermanfaat ya!