Tips Mencari dan Memilih Vendor Nikahan
NikahanCie yang udah mau nikah. Sudah merasakan bingung dan sibuknya merencanakan pernikahanmu? Apalagi kalau perencanaan belum matang. Salah satu yang sering bikin pusing adalah saat mencari dan memilih vendor-vendor pernikahan. Vendor yaitu penjual/penyedia jasa dari pihak luar, dalam tulisan ini kita bahas khususnya untuk acara pernikahan. Vendor-vendor yang biasanya dibutuhkan antara lain: dekorasi, gedung, sound system, wedding organizer, catering, hiburan, souvenir, MC, dan sebagainya. Vendor-vendor yang tersebut tidak mutlak harus ada, tapi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.
Dalam tulisan ini aku akan bagikan beberapa tips sesuai pengalamanku dan Tyas dalam merencanakan pernikahan kami kemarin. Kita mulai dengan mencari vendor pernikahan:
1. Tanya teman / saudara / tetangga / kenalan
Ini adalah hal yang paling mudah dan cukup terpercaya. Karena dari obrolan secara personal, tentunya ada interaksi dua arah yang menjadikan proses cari info lebih terarah dan luas cakupannya. Lebih bagus lagi kalau bertanya ke teman yang sudah menikah, jadi akan ada testimoni juga setelah dia menggunakan vendor tersebut, puas atau tidak, atau mungkin ada pelayanan yang kurang baik. Hal itu bisa menjadi bahan pertimbangan kita. Bisa juga tanya ke teman yang sama-sama sedang merencanakan pernikahan, bisa saling bertukar info dan referensi. Bertanya ke orang lain pun tidak masalah untuk semakin memperkaya database nikahan kita, dengan begitu kita bisa memiliki lebih banyak pilihan dari berbagai sudut pandang.
2. Search artikel di internet
Ada banyak sekali website dan blog penyedia informasi tentang pernikahan ataupun jasa vendor. Untuk website bisa cek di Bridestory, Weddingku, The Bride Dept, dan mungkin masih banyak lagi lainnya. Tapi yang cukup terkenal ya 3 itu tadi, karena pernah dipakai oleh beberapa artis juga. Untuk blog aku rasa lebih banyak lagi karena ditulis secara personal oleh orang-orang yang membagikan pengalamannya. Salah satunya adalah blog ini tentunya. Hehe. Oiya, aku membuat blog ini terinspirasi dari salah satu blogger yaitu mbak Agata Pinastika yang juga membagikan pengalamannya dalam mempersiapkan pernikahan. Aku banyak mendapat info dan referensi dari tulisan-tulisan yang dimuat dalam blognya tersebut. Terima kasih mbak!
3. Explore melalui social media
Ini yang cukup seru dan menyenangkan. Beberapa vendor yang aku dapatkan kebanyakan juga berkat social media. Instagram adalah salah satu yang banyak membantu dalam hal ini. Sekarang hampir semua vendor sudah memiliki akun instagram, sehingga kita bisa tau track record dan portofolionya dalam melayani klien sebelumnya. Kita bisa memanfaatkan fitur search dan hashtag, lalu kombinasikan dengan berbagai kata. Misalnya #dekorbandung, #souvenirmurah, #weddingbandklaten, dan lain sebagainya. Disesuaikan saja sesuai kebutuhan dan lokasi. Kadang perlu juga untuk dicoba berbagai variasi berbeda, misalnya antara #dekorjogja, #dekoryogyakarta, #dekorasiyogya, #dekor_jogja, dan lain sebagainya. Hal yang lebih menyenangkan lagi, sekarang ada tren saling tag dan mentioin sesama vendor yang bekerjasama dalam suatu acara, sehingga memudahkan kita sebagai calon klien untuk memperbanyak referensi dan mendapatkan link. Tidak hanya instagram, kita bisa juga cek platform lainnya. Misalnya youtube untuk mencari tau kualitas dan gaya permainan dari vendor band/hiburan, cocok tidak dengan konsep dan selera kita. Atau google maps untuk mencari tahu tentang info lokasi, foto-foto, dan review dari pengunjung tentang venue nikahan yang kita incar.
Lanjut untuk tips dan trik dalam memilih vendor nikahan. Yok langsung mulai aja:
1. Pastikan vendor itu real
Ini adalah pertama dan utama, pastikan vendor itu benar-benar ada! Bukan kayak Aisha Wedding Organizer yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan. Bukan terkenal karena bagus, eh ternyata tipu-tipu dan kontroversial.
2. Cek portofolionya
Sudah berpengalaman atau belum, cek bagaimana treatment dan hasil kerja mereka terhadap klien sebelumnya. Jangan cuma mengandalkan karena udah kenal, tapi pastiin juga dia bisa bikin yang sesuai dengan apa yang kita pengenin. Ini kesalahanku kemarin, ada beberapa vendor yang merupakan kenalan. Kita asal percaya aja tanpa melihat track record kerjaannya gimana, karena dia juga minim portofolio. Alasan lainnya karena kita pengen bantu teman/tetangga. Hal ini gak salah, tapi kurang benar. Bantu teman/tetangga bisa dengan cara lain kok. Lagipula sayang rasanya kalau mengorbankan acara sekali seumur hidup dengan hal yang gak pasti gini. Memang dalam sebuah acara jarang ada yang bisa 100% berjalan sesuai rencana, tapi kalau bisa mendapatkan yang lebih baik dan pasti, kenapa tidak?
3. Jangan malu bertanya
Yup, kalau gak mau sesat di jalan sih. Gimana kalau udah terlanjur nanya-naya, tapi ternyata nanti gak jadi pakai vendor yang itu? Gak masalah. Kita berhak mendapatkan info, dan kita juga berhak untuk mendapatkan vendor dengan pelayanan yang sesuai dengan kriteria kita. Sampaikan ke vendor dengan detail tentang konsep yang kita inginkan, kalau perlu dicatat biar gak lupa. Lihat juga cara komunikasinya, enak gak buat diajak diskusi, responnya ramah atau tidak, fast response atau tidak, dll. Kalau kita bisa nyaman saat berkomunikasi dengan vendor tersebut, wedding dream kita semakin memungkinkan untuk dicapai. Kalau ada vendor yang tertutup atau tidak mau kasih banyak info dalam menanggapi kebutuhan kita? Simpel, jangan dipake. Intronya aja udah gak enak, apalagi kalau dipaksain buat kerja bareng, nanti juga gak smooth. Tenang, masih banyak pilihan vendor lainnya.
4. Stick on budget
Cari vendor yang harga produk/jasanya sesuai dengan rencana. Jangan sampai karena terlalu pengen mengejar wedding dream malah jatuh miskin. Kalau underbudget malah gakpapa, asal dipastikan produk/jasa yang ditawarkan vendor benar-benar sudah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita. Sisa budget bisa dipakai untuk vendor lain yang terpaksa harus overbudget (subsidi silang). Kalaupun tidak ada yang overbudget malah lebih bagus lagi, uangnya bisa ditabung untuk kebutuhan rumah tangga nantinya. Misalnya nabung untuk beli rumah, kendaraan, persiapan kehamilan, kelahiran anak, pendidikan, investasi, tabungan pensiun, dll.
5. Sistem booking
Ini harus dipastikan agar pada tanggal acara pernikahan akan digelar, si vendor bisa menyanggupi dan menandai agendanya. Harus DP dulu, bayar full di depan, atau cukup bilang dulu aja bayar belakangan (biasanya kalau sudah kenal baik dengan vendor yang bersangkutan).
Mungkin itu aja yang bisa aku bagikan menurut pengalamanku dan Tyas kemarin. Kalau ada yang ingin ditanyakan bisa ketik komentar di bawah ini. Kalau ingin diskusi atau kasih masukan boleh juga lho. Bebas!
Selamat mempersiapkan. Sehat selalu ^^
