Jadi Freelancer
DailyTulisan ini sebenarnya adalah daur ulang dari salah satu postingan di blog lamaku pada tahun 2012. Saat itu aku masih sekolah di SMK, yg sebentar lagi lulus dan akan merasakan bangku kuliah. Kepikiran kalau biaya masuk kuliah yang ternyata muahaaal, pasti uang yang harus dikeluarkan ortu juga makin banyak. Aku melamun, mikir gimana caranya biar bisa dapat uang sendiri, biar gak membebani ortu terus. Apalagi di lingkungan pertemananku banyak yang langsung bekerja setelah lulus SMK. Jadi makin besar lah hasrat kerja, namun tetap harus kuliah atas perintah dan rekomendasi ortu.
Dulu bapak pernah cerita; ada salah satu anak rekan kerjanya yang mencari uang dengan cara mendesain dan ikut sayembara lewat internet. Bahkan sampai dia bisa beli motor sendiri dari pekerjaannya tersebut. Tertarik dengan hal tersebut aku mulai gugling. Ternyata pekerjaan tersebut istilahnya adalah freelance. Sedangkan orangnya namanya freelancer. Dari namanya aja udah keliatan keren nih, jadi makin pengen ngulik lebih dalam. Secara harafiah "free" artinya bebas / lepas / gratis, sedangkan "lance" sampai saat ini pun aku juga gak tau artinya apaan. Haha
Dari beberapa artikel yang kubaca, freelance yaitu bekerja secara independen (tidak terikat) suatu perusahaan atau instansi. Kerjaan freelancer sendiri ada banyak, tergantung dari kemampuan masing-masing freelancer. Biasanya mereka menekuni satu bidang keahlian saja. Misalnya: desainer (desain grafis, desain website, dsb), programmer, coder, dan masih banyak lagi. Nah anaknya rekan kerja bapak tadi spesialisnya di desain grafis.
Seorang freelancer bisa kerja kapanpun dia mau, karena tidak terikat dengan perusahaan, jam kerja, tata tertib perusahaan, perintah bos, dsb. Jadi, kalo freelancer pengen dapat duit, ya dia kerja (ya iya lah). Hanya bermodalkan koneksi internet, dia sudah bisa bekerja. Nggak perlu pake jas berdasi, pake kaos oblong dan boxer aja bisa. Nggak cuma itu, yang pasti butuh modal ilmu, kreatifitas, semangat, dan niat yang tinggi.
Dari hal itulah aku mulai tekun mencari referensi-referensi soal dunia freelancer. Kebetulan aku suka dengan desain grafis, lalu aku baca-baca cerita pengalaman yang ditulis para freelancer yang sudah cukup sukses di bidang desain grafis. Mereka ikut lomba dalam sebuah desain web yang khusus untuk para freelancer. Mulai dari situ aku belajar secara otodidak. Yah, meskipun belum jago, hasil karyaku udah bisa bikin puas, minimal untuk diri sendiri. Hehe.
Update:
Kenalan sama freelance tahun 2012, tapi baru nyobain freelancing agak serius di tahun 2015 saat sudah lulus kuliah dan mulai bekerja. Ternyata memang gak bisa optimal kalau freelancing sambil kerja di industri, karena setelah pulang kerja biasanya udah capek duluan.
Hampir setahun kerja di industri, lalu resign karena pengen kerja jadi desainer grafis. Setelah nyobain daftar di berbagai agency, developer, sampai digital printing, gak ada yang keterima karena memang aku gak ada basic maupun sertifikat sebagai desainer grafis, modal seneng doang.
Selama nganggur aku mulai nyoba freelancing lagi. Banyak belajar lagi lewat google, youtube, dan sebagainya. Akhirnya dapat penghasilan pertama Oktober 2016 dengan nominal yang lumayan untuk sekelas pengangguran. Mulai dari situ aku makin tertarik untuk mendalami bidang ini.
Meski awalnya tidak ada dukungan sama sekali dari ortu. Tapi seiring berjalannya waktu, karena aku lumayan ngeyel dan ambisius juga untuk mengejar cita-citaku sejak tahun 2012 ini, akhirnya lambat laun orang tua pun bisa mengerti. Sampai pada pertengahan 2019 lalu aku diajak bertamu ke anaknya teman kerja bapak, yang aku ceritakan di awal tadi. Oh ini toh orangnya yang menginspirasi aku bertahun-tahun akhirnya bisa bertemu, bertukar pengalaman, dan ilmu. Tapi pada intinya sih dengan berkunjung itu biar ortu makin yakin kalau freelancer adalah salah satu pekerjaan yang bisa menghasilkan dan prospektif.
Gak terasa tahun 2021 ini aku sudah 5 tahun menekuni jadi freelancer, banyak suka dukanya. Dari dukanya dulu: Banyaaak! Kena PHP klien sudah makanan sehari-hari, maka dari itu gak boleh baperan. Hahaha. Kadang sebulan atau dua bulan gak dapet penghasilan juga pernah. Ada tips pengelolaan keuangan tersendiri untuk para freelancer. Sudah ada banyak artikelnya, gugling aja. Lalu berlanjut ke hal-hal yang menyenangkan: penghasilan berupa mata uang asing karena kebanyakan klien adalah orang luar negeri. Berasa keren aja sih meski nominalnya juga
sama aja dengan orang yang kerja formal dengan bayaran rupiah wkwkw. Udah bisa
memenuhi kebutuhan hidup dengan uang sendiri, beli ini itu, makan ini
itu, dll. Sampai bisa modalin nikah di awal tahun ini. Ehehehe
Sementara itu aja yang bisa aku ceritakan saat ini. Doakan biar aku bisa jadi freelancer sukses ya! Di postingan aslinya, aku nulis kalimat penutup kurang lebih begini, "Teman-teman yang baca tulisan ini bila terinspirasi, mari jadi freelancer!" Tapi sekarang kalimat itu serasa mengganjal. Harusnya gini sih, "Jangan jadi freelancer, nanti sainganku nambah dong!" Hahaha nggak ding, bercanda, silahkan jadi apapun yang kalian mau, termasuk jadi freelancer sekalipun. Kata pepatah, rejeki kan udah ada yang ngatur. Jadi, mari kita deketin aja yang ngatur :D
