Covid-19, Vaksin, dan Program Kehamilan

Covid-19, Vaksin, dan Program Kehamilan

Sedih setelah liat berita di TV ada orang-orang yg menolak vaksinasi covid-19. Kalau masuk kelompok eksklusi (bocah, lansia, ibu hamil/menyusui, dsb) mah wajar. Lha ini alasannya pada gak masuk akal: takut jadi kelinci percobaan, takut malah sakit, gak divaksin aja udah sehat kok, dll.
 
Sekian ribu orang (bahkan lebih) sudah divaksin. Trus sekarang ada yang menolak divaksin dengan alasan ga mau jadi kelinci percobaan? Yang bener aje? Itu lho pak Jokowi yg pertama dapet vaksin di Indonesia, beliau masih hidup, sehat, masih bisa kerja dan rapat kemana-mana pula. Takut malah sakit? Manfaat yg didapatkan dari vaksin lebih besar daripada efek sampingnya. Mending mana demam sehari vs kena covid 2 minggu? Itupun kalo bisa langsung sembuh. Lagipula gak semua orang merasakan efek samping ini, ada juga yang biasa aja tanpa efek samping apapun setelah divaksin. Gak divaksin udah sehat? Justru itu! Vaksin ini untuk mecegah biar gak terkena virusnya, kalau sudah keburu kena malah gak bisa divaksin dong bu...
 
Ada juga yang nolak gara-gara belum yakin sama penelitiannya. Gila sih, penelitian dan uji klinis yg dilakukan para pakar pun dibantah oleh masyarakat awam. Bukan bermaksud merendahkan orang, tapi aku yakin sebenarnya masyarakat awam juga gak banyak tau tentang seluk beluk penelitian yang dilakukan para pakar yang sudah berpengalaman bertahun-tahun di bidangnya.
 
Harusnya bersyukur dapet prioritas vaksinasi. Eh malah disia-siakan. Tapi gak bisa 100% menyalahkan mereka juga sih. Mungkin aja edukasinya dari pemerintah gak nyampe, atau terbendung oleh hoax-hoax dari grup watsap. Oiya, berita tentang penolakan vaksinasi ini sudah diunggah ke channel resminya CNN, sayang gak selengkap yg ditayangkan di TV


Capek pandemi gak kelar-kelar. Apa-apa dibatasi. Mudik makin ribet, karena dikit-dikit harus swab test. Ga ada konser, acara-acara lain pun banyak dibatasi. Mau piknik juga takut, kalo gak piknik juga stres. Dan masih banyaaaak lagi. Semoga bisa segera merata deh vaksinasinya, dan semoga aku juga segera kebagian jatah juga. Biar makin tenang, pandemi di Indonesia juga berangsur-angsur berkurang dan hilang. Yang gak mau divaksin semoga kelak gak ngrepotin orang lain.
 
Beruntung Tyas sudah divaksin duluan karena dia nakes. Sebelum dapet vaksin ini pun kami sempat bimbang untuk memutuskan. Kalau mau ambil jatah vaksin, otomatis ga boleh hamil dulu selama beberapa bulan karena masuk kelompok eksklusi. Padahal sudah dinanti-nantikan.
 
Dengan segala pertimbangan, tanya-tanya ke dokter, dan cari info dari berbagai artikel akhirnya memutuskan untuk vaksin dulu. Link artikelnya nanti aku tulisin di bawah. Pemikiran kami: vaksinasi covid ini masih eksklusif, belum semua orang dapet jatah. Mumpung ada kesempatan, jadi ambil aja. Alasan lainnya karena ibu hamil lebih rentan terhadap covid daripada orang biasa, lebih banyak dampak buruk yang bisa terjadi. Jadi, mumpung belum hamil mending ambil jatah vaksin itu dulu, biar imun tubuh makin kuat dan makin tenang di hati karena ada sudah proteksi lebih di dalam tubuh. Misalnya mau program hamil dulu, trus abis itu baru vaksin covid pun kelamaan. Bisa setahun lebih karena ibu menyusui juga masih masuk kelompok eksklusi vaksin covid ini.
 
Berikut aku kasih link-link referensi artikel siapatau ada yang membutuhkan juga. Kebetulan daftar linknya asih tersimpan di history chat kami. Kebiasaanku dan Tyas saling share dan mengingatkan kalau ada sesuatu yang penting atau menarik ternyata bermanfaat juga buat nulis blog ini. Hehe
 
 
Artikel satu dan lainnya bisa jadi berbeda, karena memang narasumbernya berbeda. Antar dokter satu dan lainnya pun bisa jadi beda-beda pendapatnya. Jadi kita mau ngikut yang mana bingung juga. Ini virus baru sih, jadi ya maklum masih sedikit pendapat yang valid dan mutlak disepakati seluruh dunia. Akhirnya balik lagi keputusan ada di tangan kita, yang penting dicari mana yang terbaik dan minim resiko. Intinya harus ada diskusi dan kesepakatan di dalam keluarga.
 
Oiya, informasi-informasi yang ada sekarang pun jangan diyakini secara mutlak. Karena sampai saat ini pun si covid masih dalam diteliti terus kan. Bisa jadi ke depan ada hasil penelitian yang membuat aturan dan rekomendasi yang berlaku saat ini berubah. Jadi ya usahakan selalu update info dari sumber yang kredibel. Sebarluaskan ke circle terdekat, terutama keluarga dan orang tua yang kurang up-to-date dengan informasi-informasi terkini.
 
Tadi niatnya cuma mau nulis sedikit keresahan setelah nonton berita di tv. Akhirnya malah bisa nulis (dan curhat) sampai sepanjang ini. Terima kasih untuk kalian yg sudah baca tulisan ini sampai selesai. Semoga kita segera dapet jatah vaksin. Sehat-sehat ya semuanya. God bless u :)